Langsung ke konten utama

PEMILU rasa THOMAS CUP


Kalau di permainan bulutangkis kalau sudah final Indonesia lawan china pasti yang menang china

Karena pemain indonesia juga kebanyakan punya darah china.

Pemilu sekarang sebenarnya hal diatas terjadi dimana setelah ditandatanganinya perjanjian program BRI antara china dan Indonesia otomatis siapapun pemenangnya akan punya kewajiban menjalankannya

Setelah kita melalui jebakan hutang amerika jepang dan eropa dan nngak mulus membayarnya.

Akhirnya kita tidak punya pilihan untuk berurusan hutang sama china. 

Saat ini China sdh kuasai pembangunan 640 pelabuhan utk kemudahan jalur distribusi produknya di indonesia.  Jalan tol jawa sumatera dibangun pun demikian. Ditambah 10 marketplace yg sehari omzetnya 1 triliun dari market indonesia.

China menang banyak : ngasih hutang dan menikmati lezatnya 250 juta market indonesia.

Jd gimana kita hari ini dan kedepan.

Saya jadi ingat pesannya grup MASPION

Cintailah PLODUK PLODUK Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUALITAS akan MEMBUNUHMU

Perusahaan yang peduli dengan layananan kepada pelanggan sangat perhatian dengan yang namanya kualitas produk yang diberikan. Karena kualitas semacam akad hubungan antara perusahaan dan pelanggan. Menjaga kualitas artinya menjaga keberlangsungan hubungan antara perusahaan dan pelanggannya. Jika main main soal KUALITAS dengan Pelanggan bersiaplah untuk PECAH KONGSI dengan Pelanggan. Saking pentingnya kualitas dibanyak perusahaan dilakukan proses pemeriksaan kualitas baik diawal di tengah proses sampai dititik akhir sebelum produk di berikankepada pelanggan melalui store tempat berjualan. Dalam Lean Manajemen yang dikembangkan oleh Toyota dijelaskan dalam pokok bahasan yang menyebutkan dalam alur proses pembuatan produk harus menegakkan JIDOKA. JIDOKA artinya JANGAN MENERIMA KESALAHAN, JANGAN MEMBUAT KESALAHAN dan JANGAN MENERUSKAN KESALAHAN. untuk menjalankan hal diatas ada beberapa tools diantaranya ANDON, POKAYOKE dan KANBAN diseluruh mata rantai proses produksi. Bagaimana pra...

Ingin GLOBAL tapi GOMBAL

Istilah Wordclass pernah membuat geger perusahaan lokal dan meresponnya dengan merubah visi dan misi perusahaan dengan menyertakan tagline wordclass di bagian visi nya. Namun dalam prakteknya semacam jauh panggang dari api dimana Visi jauh kedepan ingin sebagai kelas dunia tidak dibarengi dengan kemampuan dan cata bekerja wordclass. Yang basic saja : kesalahan sudah menjadi tradisi. Menyaksikan pelanggan dikursi penantian sepertinya menjadi kepuasan bagi staf perusahaan menyaksikannya. Sibuk sana sini tanpa hasil kerjaan Masih sering terjadi mewarnai di banyak perusahaan. Berbenah diri hanya saat penilaian standarisasi global dilakukan oleh tim penilai, padahal berbenah itu habit kerja harus dilakukan everyday karena sejatinya masalah itu everyday maka bebenahnya juga harus everyday. Karena bebenahnya diakumulasikan sehari menjelang penilaian akhirnya jadi mahal jatuhnya dan mendadak banyak staf seperti bekerja ala rodi dan bergerutu manajemen tega nih nyuruh kerja kaya gini ka...