Langsung ke konten utama

sumber REVENUE BARU Perusahaan dalam TURBULENSI


TURBULENSI BISNIS satu diantaranya menghinggapi MASALAH KEUANGAN Perusahaan, dimana terjadi penurunan pendapatan akibat pelanggan sebagai sumber pendapatan pindah ke kompetitor.

disisi lain dukungan Keuangan menjadi perhatian utama bagi keberlangsungan perusahaan, karena hal ini menjadi salah satu yang dapat mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.

banyak sumber yang bisa digali untuk menambah revenue perusahaan dengan mendayagunakan asset dan sdm perusahaan tanpa harus mengeluarkan investasi baru, diantaranya:

REVENU BARU tanpa REKRUT ORANG BARU
REVENUE BARU tanpa FASILITAS BARU
REVENUE BARU dari NONCORE BUSINESS
REVENUE BARU dari BIG DATA Perusahaan
REVENUE BARU dari PEMBOROSAN

bagaimana mendeteksi REVENUE baru ini dan seperti appa VISUALISASINYA,

Dapatkan penjelasan lengkapnya hanya di buku TURBULENSI JAMAN NOW katapakNAW.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUALITAS akan MEMBUNUHMU

Perusahaan yang peduli dengan layananan kepada pelanggan sangat perhatian dengan yang namanya kualitas produk yang diberikan. Karena kualitas semacam akad hubungan antara perusahaan dan pelanggan. Menjaga kualitas artinya menjaga keberlangsungan hubungan antara perusahaan dan pelanggannya. Jika main main soal KUALITAS dengan Pelanggan bersiaplah untuk PECAH KONGSI dengan Pelanggan. Saking pentingnya kualitas dibanyak perusahaan dilakukan proses pemeriksaan kualitas baik diawal di tengah proses sampai dititik akhir sebelum produk di berikankepada pelanggan melalui store tempat berjualan. Dalam Lean Manajemen yang dikembangkan oleh Toyota dijelaskan dalam pokok bahasan yang menyebutkan dalam alur proses pembuatan produk harus menegakkan JIDOKA. JIDOKA artinya JANGAN MENERIMA KESALAHAN, JANGAN MEMBUAT KESALAHAN dan JANGAN MENERUSKAN KESALAHAN. untuk menjalankan hal diatas ada beberapa tools diantaranya ANDON, POKAYOKE dan KANBAN diseluruh mata rantai proses produksi. Bagaimana pra...

Ingin GLOBAL tapi GOMBAL

Istilah Wordclass pernah membuat geger perusahaan lokal dan meresponnya dengan merubah visi dan misi perusahaan dengan menyertakan tagline wordclass di bagian visi nya. Namun dalam prakteknya semacam jauh panggang dari api dimana Visi jauh kedepan ingin sebagai kelas dunia tidak dibarengi dengan kemampuan dan cata bekerja wordclass. Yang basic saja : kesalahan sudah menjadi tradisi. Menyaksikan pelanggan dikursi penantian sepertinya menjadi kepuasan bagi staf perusahaan menyaksikannya. Sibuk sana sini tanpa hasil kerjaan Masih sering terjadi mewarnai di banyak perusahaan. Berbenah diri hanya saat penilaian standarisasi global dilakukan oleh tim penilai, padahal berbenah itu habit kerja harus dilakukan everyday karena sejatinya masalah itu everyday maka bebenahnya juga harus everyday. Karena bebenahnya diakumulasikan sehari menjelang penilaian akhirnya jadi mahal jatuhnya dan mendadak banyak staf seperti bekerja ala rodi dan bergerutu manajemen tega nih nyuruh kerja kaya gini ka...