Langsung ke konten utama

Menjadi PARADOKS in REALITY

Global paradoks sebuah buku yang ditulis john naisbitt seorang futurelog pada tahun 1995.

Dalam bukunya diceritakan bagaimana abad 21 akandi tandai oleh banyak hal yang kondisinya paradoks dari yang menjadi realita pada tahun1995.

Abad 21 digambarkan dengan kondisi dimana china akan menjadi pabrik dunia, dunia maya akan mengambil alih dunia nyata.

Dan setelah kita memasuki abad 21 ramalan itu benar adanya.

Tidak hanya sampai disitu banyak perusahaan konvensional bertumbangan karena mempertahankan model bisnis lamanya.

Semisal perusahaan taxi, model bisnis nya mengharuskan adanya penyediaan armada,rekrutmendan seleksi driver, bengkel sendiri,call centre sendiri dan lainnya.

Memikirkan hal itu semua orang sepakat jika hal ini pasti padat modal dan padat karya dan tentunya hanya pengusaha besar yang bisa melakukannya.

Namun sejak lahirnya taxi online semua uraian diatas seperti tidakada gunanya.

Pun demikian dengan hotel. Model bisnis lama saat ini sudah dikalahkan oleh sebuah aplikasi airbnb.

What next?

Dalam konteks perusahaan, paradoks in reality sejatinya bagaimana internal perusahaan mencari cara lain dalam menjalankan bisnisnya dengan keunikan yang membedakannya  dengan perus aahaan lain.

Semisal jika dahulu realitas mengatakan bahwa fast food hanya melayani konsumen onsite maka saat ini sudah tersedia sajian dengan konsep pelayanan takeway,delivery order dan drivethrue

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUALITAS akan MEMBUNUHMU

Perusahaan yang peduli dengan layananan kepada pelanggan sangat perhatian dengan yang namanya kualitas produk yang diberikan. Karena kualitas semacam akad hubungan antara perusahaan dan pelanggan. Menjaga kualitas artinya menjaga keberlangsungan hubungan antara perusahaan dan pelanggannya. Jika main main soal KUALITAS dengan Pelanggan bersiaplah untuk PECAH KONGSI dengan Pelanggan. Saking pentingnya kualitas dibanyak perusahaan dilakukan proses pemeriksaan kualitas baik diawal di tengah proses sampai dititik akhir sebelum produk di berikankepada pelanggan melalui store tempat berjualan. Dalam Lean Manajemen yang dikembangkan oleh Toyota dijelaskan dalam pokok bahasan yang menyebutkan dalam alur proses pembuatan produk harus menegakkan JIDOKA. JIDOKA artinya JANGAN MENERIMA KESALAHAN, JANGAN MEMBUAT KESALAHAN dan JANGAN MENERUSKAN KESALAHAN. untuk menjalankan hal diatas ada beberapa tools diantaranya ANDON, POKAYOKE dan KANBAN diseluruh mata rantai proses produksi. Bagaimana pra...

Ingin GLOBAL tapi GOMBAL

Istilah Wordclass pernah membuat geger perusahaan lokal dan meresponnya dengan merubah visi dan misi perusahaan dengan menyertakan tagline wordclass di bagian visi nya. Namun dalam prakteknya semacam jauh panggang dari api dimana Visi jauh kedepan ingin sebagai kelas dunia tidak dibarengi dengan kemampuan dan cata bekerja wordclass. Yang basic saja : kesalahan sudah menjadi tradisi. Menyaksikan pelanggan dikursi penantian sepertinya menjadi kepuasan bagi staf perusahaan menyaksikannya. Sibuk sana sini tanpa hasil kerjaan Masih sering terjadi mewarnai di banyak perusahaan. Berbenah diri hanya saat penilaian standarisasi global dilakukan oleh tim penilai, padahal berbenah itu habit kerja harus dilakukan everyday karena sejatinya masalah itu everyday maka bebenahnya juga harus everyday. Karena bebenahnya diakumulasikan sehari menjelang penilaian akhirnya jadi mahal jatuhnya dan mendadak banyak staf seperti bekerja ala rodi dan bergerutu manajemen tega nih nyuruh kerja kaya gini ka...