Langsung ke konten utama

Membaca ENERGI KEMAJUAN

Perubahan menjadi keharusan dan kewajiban disetiap perusahaan.

Menjadi kewajiban karena hal ini sebagai langkah antisipatif dalam menjaga keberlanjutan perusahaan saat ini dan masa depan.

Menjadi keharusan karena hal ini sebagai upaya untuk tetap eksis melayani pelanggan yang senantiasa membutuhkan inovasi baru dalam menghadirkan pelayanan yang lebih baik.

Adanya kewajiban dan keharusan ini sebagai bentuk respon dari kondisi external yang berubah rubah dan menuntut perusahaan turut serta berubah.

Dalam proses perubahan tentu tidak terlepas dari upaya perusahaan untuk mempunyai energi kemajuan yang dibutuhkan dalam perubahan.

Oleh karenanya seorang leader harus mampu membaca hal ini agar dapat dengan mudah menggerakan perubahan.

Energi kemajuan biasanya dimiliki oleh 10% dari total populasi atau yang disebut sebagai change agen.

Mereka inilah yang akan mengawal perubahan tahap demi tahap sembari mengajak seluruh pegawai untuk turut serta di dalam melakulan perubahan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUALITAS akan MEMBUNUHMU

Perusahaan yang peduli dengan layananan kepada pelanggan sangat perhatian dengan yang namanya kualitas produk yang diberikan. Karena kualitas semacam akad hubungan antara perusahaan dan pelanggan. Menjaga kualitas artinya menjaga keberlangsungan hubungan antara perusahaan dan pelanggannya. Jika main main soal KUALITAS dengan Pelanggan bersiaplah untuk PECAH KONGSI dengan Pelanggan. Saking pentingnya kualitas dibanyak perusahaan dilakukan proses pemeriksaan kualitas baik diawal di tengah proses sampai dititik akhir sebelum produk di berikankepada pelanggan melalui store tempat berjualan. Dalam Lean Manajemen yang dikembangkan oleh Toyota dijelaskan dalam pokok bahasan yang menyebutkan dalam alur proses pembuatan produk harus menegakkan JIDOKA. JIDOKA artinya JANGAN MENERIMA KESALAHAN, JANGAN MEMBUAT KESALAHAN dan JANGAN MENERUSKAN KESALAHAN. untuk menjalankan hal diatas ada beberapa tools diantaranya ANDON, POKAYOKE dan KANBAN diseluruh mata rantai proses produksi. Bagaimana pra...

Ingin GLOBAL tapi GOMBAL

Istilah Wordclass pernah membuat geger perusahaan lokal dan meresponnya dengan merubah visi dan misi perusahaan dengan menyertakan tagline wordclass di bagian visi nya. Namun dalam prakteknya semacam jauh panggang dari api dimana Visi jauh kedepan ingin sebagai kelas dunia tidak dibarengi dengan kemampuan dan cata bekerja wordclass. Yang basic saja : kesalahan sudah menjadi tradisi. Menyaksikan pelanggan dikursi penantian sepertinya menjadi kepuasan bagi staf perusahaan menyaksikannya. Sibuk sana sini tanpa hasil kerjaan Masih sering terjadi mewarnai di banyak perusahaan. Berbenah diri hanya saat penilaian standarisasi global dilakukan oleh tim penilai, padahal berbenah itu habit kerja harus dilakukan everyday karena sejatinya masalah itu everyday maka bebenahnya juga harus everyday. Karena bebenahnya diakumulasikan sehari menjelang penilaian akhirnya jadi mahal jatuhnya dan mendadak banyak staf seperti bekerja ala rodi dan bergerutu manajemen tega nih nyuruh kerja kaya gini ka...