Langsung ke konten utama

Manajemen RING TINJU

Kinerja Manajemen Perusahaan khususnya pelayanan publik baik dan tidaknya dapat tergambar dari kecepatan pelayanan yang diberikan kepada pelanggannya. 

Semakin cepat pelayanan yang diberikan maka boleh dikatakan manajemen bekerja sangat baik.

Sebaliknya jika makin lambat pelayanan kepada pelanggan maka makin dapat diindikasikan ada masalah dalam manajemennya.

Semisal rumah sakit, jika kita bandingkan 2 rumah sakit yang berbeda dengan jenis pelayanan yang sama maka kita akan melihat adanya kecepatan yang berbeda dalam melayani pasiennya khususnya di poliklinik.

kecepatan pelayanan ini dibutuhkan di era JKN saat ini dalam menghadapi lonjakan kunjungan pasien yang signifikan jumlahnya.

Mengapa rumah sakit A dapat dengan cepat melayani, karena para pihak yang terlibat dalam proses internal membangun manajemen berbasis energi dan sinergi untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik.

Energi adalah kemampuan yang dimiliki setiap individu dan sinergi adalah kolaborasi antar kemampuan yang dimiliki tiap individu untuk saling menguatkan saling bahu membahu dalam menyelenggarakan kecepatan pelayanan yang lebih baik.

Mengapa rumah sakit B pelayanannya lebih lamban dari rumahsakit A hal ini karena tidak terciptanya sinergi berbasis energi diatas dan malah cenderung saling mempertahankan ego dan merasa dirinya lebih penting dari yang lain.

Alhasil rumah sakit A dapat melayani pasien dengan cepat dan banyak. Dan rumah sakit B lebih lambat dan sedikitdan celakanya jikahal ini di ungkap kepermukaan yang terjadi adalah main SALAH SALAHAN dan CUBIT CUBITAN.

diperparah lagi jika hal ini tidak segera di akhiri akan terjadi sebuah pola manajemen RING TINJU yang akan membawa kondisi masing masing yang bertikai pada kondisi KO. TKO dan SERI dan tentunya akan melahirkan untuk saling balas dikemudian hari.

Dan dalam kondisi manajemen yang demikian hanya satu orang yang mampu melerainya yaitu wasit tinju dan itu direkrut dari luar ring tinju artinya dari luar perusahaan.

Sudah saatnya manajemen RING TINJU diakhiri dan masuk pada babak baru menjadi manajemen yang MENYENANGKAN dan PENUH dengan KEJUTAN bagi para anggotanya.

Dalam kondisi ini ide ide kreatif akan keluar dengan sendirinya dari banyak individu yang sudah menahun bekerja disana.

Dapatkan INSPIRASI lainnya hanya di buku TURBULENSI JAMANNOW katapak NAW.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUALITAS akan MEMBUNUHMU

Perusahaan yang peduli dengan layananan kepada pelanggan sangat perhatian dengan yang namanya kualitas produk yang diberikan. Karena kualitas semacam akad hubungan antara perusahaan dan pelanggan. Menjaga kualitas artinya menjaga keberlangsungan hubungan antara perusahaan dan pelanggannya. Jika main main soal KUALITAS dengan Pelanggan bersiaplah untuk PECAH KONGSI dengan Pelanggan. Saking pentingnya kualitas dibanyak perusahaan dilakukan proses pemeriksaan kualitas baik diawal di tengah proses sampai dititik akhir sebelum produk di berikankepada pelanggan melalui store tempat berjualan. Dalam Lean Manajemen yang dikembangkan oleh Toyota dijelaskan dalam pokok bahasan yang menyebutkan dalam alur proses pembuatan produk harus menegakkan JIDOKA. JIDOKA artinya JANGAN MENERIMA KESALAHAN, JANGAN MEMBUAT KESALAHAN dan JANGAN MENERUSKAN KESALAHAN. untuk menjalankan hal diatas ada beberapa tools diantaranya ANDON, POKAYOKE dan KANBAN diseluruh mata rantai proses produksi. Bagaimana pra...

Ingin GLOBAL tapi GOMBAL

Istilah Wordclass pernah membuat geger perusahaan lokal dan meresponnya dengan merubah visi dan misi perusahaan dengan menyertakan tagline wordclass di bagian visi nya. Namun dalam prakteknya semacam jauh panggang dari api dimana Visi jauh kedepan ingin sebagai kelas dunia tidak dibarengi dengan kemampuan dan cata bekerja wordclass. Yang basic saja : kesalahan sudah menjadi tradisi. Menyaksikan pelanggan dikursi penantian sepertinya menjadi kepuasan bagi staf perusahaan menyaksikannya. Sibuk sana sini tanpa hasil kerjaan Masih sering terjadi mewarnai di banyak perusahaan. Berbenah diri hanya saat penilaian standarisasi global dilakukan oleh tim penilai, padahal berbenah itu habit kerja harus dilakukan everyday karena sejatinya masalah itu everyday maka bebenahnya juga harus everyday. Karena bebenahnya diakumulasikan sehari menjelang penilaian akhirnya jadi mahal jatuhnya dan mendadak banyak staf seperti bekerja ala rodi dan bergerutu manajemen tega nih nyuruh kerja kaya gini ka...