Langsung ke konten utama

ATURAN a BANG dan BANK

Yang pernah kuliah di jaman ABDUL alias abang jaman dulu mungkin pernah merasakan di awal perkuliahan dikerjain sama seniornya or abang angkatannya di acara perpeloncoan yang sudah menjadi tradisi menahun di banyak kampus.

Abang selalu punya aturan 3 pasal:
1. Abang selalu benar
2. Abang tidak pernah salah
3. Abang salah kembali ke poin 1.

Dari 3 pasal itu seolah sulit menggiring abang pada situasi bersalah, karena kalau terjadi kesalahan si abang maka kita disuruh baca yang poin 3. Hehe.

Sisi lain Inflasi 10% per tahun yang terjadi menyebabkan para karyawan yang bekerja diatas 3 tahun harus berurusan dengan BANK,  hal ini karena. Kenaikan gaji setiap tahunnya dibanyak perusahaan tidak mencapai 10% atau lebih atau malah sudah bertahun tahun tidak naik.

Jadi kalau ada seorang karyawan dengan Gaji 10 juta ditahun kedua betul gajinya 10 juta tapi nilai uangnya sudah turun menjadi 8.1 juta.  Itu mengapa dibanyak perusahaan yang selalu kenceng bicara kenaikan gaji adalah karyawan diatas 3 tahun,karena sudah mengalami efek dari inflasi.

Untuk yang sudah betah dan mencoba bertahan melakukan PINJAMAN BANK adalah langlah yang diambil guna menutupi kekurangan.

Namun meminjam uang ke BANK punya aturan mirip mirip sama kisah ABANG diatas.

Ada kesamaan antara mereka berdua SUKA NGERJAIN. hehe.

Kalau ABANG punya 3 aturan BANK juga punya 3 aturan.

Begini aturannya:
1. Ada biaya yang dipotong dimuka artinya pinjaman tidak akan 100% diterima.
2. Jika bayar tepat waktu di tambah dengan bunga.
3. Jika bayar telat ditambah bunga dan denda.

Namun sebelum 3 pasal diatas terjadi dalam proses pengajuan ditanya banyak hal.

Ditanya gajinya, ditanya pengeluarannya, ditanya punya pinjaman lain, ditanya status kepemilikan harta dan lain lain.

Ini semacam CEWE disuruh buka baju SEHELAI DEMI SEHELAI namun kalau nngak dianggap cocok dengan  persyaratan BAJUNYA di suruh dipake lagi.

Kalau bisa jangan ada urusan sama A BANG dan BANK deh, suka NGERJAIN. hehe.

Dapatkan INSPIRASI LAINNYA hanya di buku TURBULENSI JAMAN NOW.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IDE lahir dari KETIDAKNYAMANAN

Perusahaan dalam menjaga keberlanjutan bisnisnya dalam melayani pelanggan memerlukan banyak dukungan tidak terkecuali sdm yang terlibat. Bentuk kontribusi yang nyata adalah ide kreatif yang bersumber dari sdm internal perusahaan dalam segala aspek baik lahirnya produk baru maupun cara delivery produk kepada pelanggan. Bagaimana IDE bisa lahir dari sdm internal tentunya banyak pemicunya satu diantaranya adanya RASA TERANCAM dengan hadirnya kompetitor perusahaan. Adanya rasa ini melahirkan sebuah ketidaknyaman di internal perusahaan untuk selalu melakukan terobosan terobosan baru agar perusahaan selalu eksis dalam melayani pelanggannya. Oleh karenanya do intelijen perlu dilakukan kepada perusahaan lain yang dianggap kompetitor dan hasilnya di share ke seluruh sdm internal perusahaan. Cara ini efektif untuk membangun keresahan di sdm internal untuk melakukan do the best dalam melayani pelanggannya. Selain melakukan intelijen ke perusahaan kompetitor cara lain ad...