Langsung ke konten utama

MENGENALI titik lemah LAYANAN


Semua saya yakin pernah menonton tanding bola baik kelas tarkam sampai kelas dunia.

Kalau diinggris malah main bola sudah semacam agama jika tidak menontonnya bisa masuk neraka, dan bagi yang menontonnya akan masuk surga.

begitu ujar pencinta club bolton yang pernah saya jumpai di london beberapa waktu lalu.

Dalam permainan bola lawan selalu menyerang dari titik lemah yang tidak dikuasai kita untuk berkali kali serangan yang dilakukan.

Jika pelatihnya cepat sadar dia akan mengganti dengan cepat pemain yang menjadi titik lemah di posisi tersebut.
Bagaimana dalam konteks perusahaan?

Pun demikian kompetitor selalu menyerang dari titik lemah yang tidak kita kuasai.

Mengapa ada 2 perusahaan dengan layanan yang sama yang satu banyak pengunjungnya dan yang satu sepi pengunjungnya?

Karena banyak faktor tentunya, jika dilihat dari contoh rumah sakit misalnya pasien yang datang ketika datang ke poliklinik hanya ingin 2 hal cepat ketemu dokter dan dapat obat lalu pulang.

Layanan yang lebih baik dan lebih cepat menjadi TITIK LEMAH banyak rumah sakit untuk menghadirkannya.

Jika kita bandingkan respon antara Rumah Sakit A dan B menghadapi permasalahan diatas kita akan melihat perbedannya.

Rumah sakit A meresponnya dengan memperbaiki layanan di poliklinik yang melibatkan para pihak yang terlibat untuk bersinergi menghadirkan layanan yang lebih baik dan cepat.

Oleh karenanya Rumah sakit A menjadi pilihan banyak pasien untuk berkunjung. Semakin banyak pasien loyal semakin pertumbuhan akan cepat meningkat karena loyal customer sejatinya marketing gratisnya rumah sakit.

Disisi lain Rumah Sakit B tidak berhasil memperbaiki kecepatan karena tidak berhasil membangun SINERGI dari ENERGI yang dimiliki oleh para pihak yang terlibat.

Malah sibuk main KAGET KAGETAN dan CUBIT CUBITAN dan terpesona melihat rumah sakit A ramai pasiennya.

Sejatinya mengapa pasien lari ke TETANGGA SEBELAH pada dasarnya karena menurut penelitian 68% dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan yang tidak mampu membuat ENERGI yang dimiliki Untuk BERSINERGI menghadirkan pelayanan yang lebih BAIK dan CEPAT yang dibutuhkan oleh pasien.

Ayo berubah ayo keluarkan ENERGI masing masing untuk ber SINERGI untuk pelayanan yang lebih baik dan cepat untuk memenuhi ekspetasi pelanggan.

Bukannya malah asik menjadi RAJA RAJA KECIL di dalam Perusahaan.

Dapatkan INSPIRASI Lainnya hanya dibuku TURBULENSI JAMAN NOW katapakNAW

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketik SATU JARI, emang BISA?

Kecepatan eksekusi dibutuhkan dalam lingkungan perusahaan tidak terkecuali di soal administrasi. Dokumen menjadi bagian yang tidak terlepas dari proses administrasi termasuk di dalamnya dalam hal penyusunan surat menyurat dan buat laporan. Mengetik menjadi ritual yang tidak bisa dielakan dalam mengerjakan hal diatas oleh karenanya diperlukan kemampuan teknis yang handal. Namun beda level beda kemampuan teknis yang dibutuhkan. Untuk level staf dibutuhkan kemampuan ngetik 10 jari Tapi untuk level leader dibutuhkan kemampuan ngetik 1 jari untuk membereskan segala dokumen yang dibutuhkan untuk kepentingan perusahaan. SOP nya jika ada banyak dokumen yang harus disiapkan : 1. naikan telunjuknya, 2. amati staf yang akan dijadikan sasaran,  3. arahkan telunjuk Ke staf yang jadi sasaran dan 4. biarkan kemampuan 10 jari staf yang MENYELESAIKANNYA.

KUALITAS akan MEMBUNUHMU

Perusahaan yang peduli dengan layananan kepada pelanggan sangat perhatian dengan yang namanya kualitas produk yang diberikan. Karena kualitas semacam akad hubungan antara perusahaan dan pelanggan. Menjaga kualitas artinya menjaga keberlangsungan hubungan antara perusahaan dan pelanggannya. Jika main main soal KUALITAS dengan Pelanggan bersiaplah untuk PECAH KONGSI dengan Pelanggan. Saking pentingnya kualitas dibanyak perusahaan dilakukan proses pemeriksaan kualitas baik diawal di tengah proses sampai dititik akhir sebelum produk di berikankepada pelanggan melalui store tempat berjualan. Dalam Lean Manajemen yang dikembangkan oleh Toyota dijelaskan dalam pokok bahasan yang menyebutkan dalam alur proses pembuatan produk harus menegakkan JIDOKA. JIDOKA artinya JANGAN MENERIMA KESALAHAN, JANGAN MEMBUAT KESALAHAN dan JANGAN MENERUSKAN KESALAHAN. untuk menjalankan hal diatas ada beberapa tools diantaranya ANDON, POKAYOKE dan KANBAN diseluruh mata rantai proses produksi. Bagaimana pra...