Langsung ke konten utama

Pertempuran MODEL BISNIS


Habis jumatan ketemu sama masnya yang  kerja di J&T. ybs menawarkan cara baru pengiriman paket karena doi tau saya sering kirim buku ke pelanggan. .

Apa bedanya dengan yang lain? Saya bertanya.

Saat paknaw sudah dicetak bukunya, langsung saja dikirim bukunya ke gudang saya. .
Jika paknaw promosi dan sudah bertransaksi,  paknaw kirim alamatnya ke kami dan sisanya kami yang kerjakan. .

Packing, labeling data pelanggan, alokasi dan distribusi kami yang kerjakan paknaw. .
Dari cerita diatas ada 3 pekerjaan saya yang hilang : packing, labeling dan pergi ke ekspedisi. .

Sisi lain tidak perlu gudang penyimpanan karena gudang sudah disiapkan oleh pihak ekspedisi. .
JAMAN NOW ditandai dengan Pertempuran model bisnis. Untuk yang sedang mencari inspirasi menghadapi pertempuran MODEL BISNIS di  JAMAN NOW .

dapatkan inspirasinya hanya di buku TURBULENSI JAMAN NOW katapakNAW.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUALITAS akan MEMBUNUHMU

Perusahaan yang peduli dengan layananan kepada pelanggan sangat perhatian dengan yang namanya kualitas produk yang diberikan. Karena kualitas semacam akad hubungan antara perusahaan dan pelanggan. Menjaga kualitas artinya menjaga keberlangsungan hubungan antara perusahaan dan pelanggannya. Jika main main soal KUALITAS dengan Pelanggan bersiaplah untuk PECAH KONGSI dengan Pelanggan. Saking pentingnya kualitas dibanyak perusahaan dilakukan proses pemeriksaan kualitas baik diawal di tengah proses sampai dititik akhir sebelum produk di berikankepada pelanggan melalui store tempat berjualan. Dalam Lean Manajemen yang dikembangkan oleh Toyota dijelaskan dalam pokok bahasan yang menyebutkan dalam alur proses pembuatan produk harus menegakkan JIDOKA. JIDOKA artinya JANGAN MENERIMA KESALAHAN, JANGAN MEMBUAT KESALAHAN dan JANGAN MENERUSKAN KESALAHAN. untuk menjalankan hal diatas ada beberapa tools diantaranya ANDON, POKAYOKE dan KANBAN diseluruh mata rantai proses produksi. Bagaimana pra...

Ingin GLOBAL tapi GOMBAL

Istilah Wordclass pernah membuat geger perusahaan lokal dan meresponnya dengan merubah visi dan misi perusahaan dengan menyertakan tagline wordclass di bagian visi nya. Namun dalam prakteknya semacam jauh panggang dari api dimana Visi jauh kedepan ingin sebagai kelas dunia tidak dibarengi dengan kemampuan dan cata bekerja wordclass. Yang basic saja : kesalahan sudah menjadi tradisi. Menyaksikan pelanggan dikursi penantian sepertinya menjadi kepuasan bagi staf perusahaan menyaksikannya. Sibuk sana sini tanpa hasil kerjaan Masih sering terjadi mewarnai di banyak perusahaan. Berbenah diri hanya saat penilaian standarisasi global dilakukan oleh tim penilai, padahal berbenah itu habit kerja harus dilakukan everyday karena sejatinya masalah itu everyday maka bebenahnya juga harus everyday. Karena bebenahnya diakumulasikan sehari menjelang penilaian akhirnya jadi mahal jatuhnya dan mendadak banyak staf seperti bekerja ala rodi dan bergerutu manajemen tega nih nyuruh kerja kaya gini ka...