Langsung ke konten utama

Tak NAMPAK tapi BERDAMPAK


Tujuan perusahaan adalah tumbuh dan berkembang. Namun demikian dalam pencapaiannya banyak kendala yang dihadapi baik dari aspek keuangan, pelanggan, internal proses dan sdm yang terlibat dalam pengelolaan.

Jika kendala tersebut nampak dipermukaan hal ini akan mudah diambil tindakan namun bagaimana jika hal ini tak nampak namun berdampak bagi kemajuan perusahaan.

Beberapa contoh hal ini misalnya:
Hidden cost yang diakibatkan oleh terjadinya waste dalam proses internal.

Setidaknya ada 8 waste yang bisa terjadi diantaranya defek, waiting time, over process, non utilize talent, transportation, inventory, motion dan extra process.

Jika hal ini dibiarkan maka akan berdampak terhadap struktur biaya 40% disumbang oleh pemborosan diatas.

Bagaimana hal ini bisa di antisipasi?

Temukan jawabannya di BUKU TURBULENSI JAMAN NOW katapakNAW.
Salam
PakNAW

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUALITAS akan MEMBUNUHMU

Perusahaan yang peduli dengan layananan kepada pelanggan sangat perhatian dengan yang namanya kualitas produk yang diberikan. Karena kualitas semacam akad hubungan antara perusahaan dan pelanggan. Menjaga kualitas artinya menjaga keberlangsungan hubungan antara perusahaan dan pelanggannya. Jika main main soal KUALITAS dengan Pelanggan bersiaplah untuk PECAH KONGSI dengan Pelanggan. Saking pentingnya kualitas dibanyak perusahaan dilakukan proses pemeriksaan kualitas baik diawal di tengah proses sampai dititik akhir sebelum produk di berikankepada pelanggan melalui store tempat berjualan. Dalam Lean Manajemen yang dikembangkan oleh Toyota dijelaskan dalam pokok bahasan yang menyebutkan dalam alur proses pembuatan produk harus menegakkan JIDOKA. JIDOKA artinya JANGAN MENERIMA KESALAHAN, JANGAN MEMBUAT KESALAHAN dan JANGAN MENERUSKAN KESALAHAN. untuk menjalankan hal diatas ada beberapa tools diantaranya ANDON, POKAYOKE dan KANBAN diseluruh mata rantai proses produksi. Bagaimana pra...

Ingin GLOBAL tapi GOMBAL

Istilah Wordclass pernah membuat geger perusahaan lokal dan meresponnya dengan merubah visi dan misi perusahaan dengan menyertakan tagline wordclass di bagian visi nya. Namun dalam prakteknya semacam jauh panggang dari api dimana Visi jauh kedepan ingin sebagai kelas dunia tidak dibarengi dengan kemampuan dan cata bekerja wordclass. Yang basic saja : kesalahan sudah menjadi tradisi. Menyaksikan pelanggan dikursi penantian sepertinya menjadi kepuasan bagi staf perusahaan menyaksikannya. Sibuk sana sini tanpa hasil kerjaan Masih sering terjadi mewarnai di banyak perusahaan. Berbenah diri hanya saat penilaian standarisasi global dilakukan oleh tim penilai, padahal berbenah itu habit kerja harus dilakukan everyday karena sejatinya masalah itu everyday maka bebenahnya juga harus everyday. Karena bebenahnya diakumulasikan sehari menjelang penilaian akhirnya jadi mahal jatuhnya dan mendadak banyak staf seperti bekerja ala rodi dan bergerutu manajemen tega nih nyuruh kerja kaya gini ka...